Selasa, 29 Oktober 2013

Kembali ke "Pedoman Pelaksanaan"

Masih ingatkah anda, pelatihan penguatan Fasilitator dan Askot Non Pemandu pada tanggal 16-23 April 2012 yang diselenggarakan oleh KMW-OC V. Pelatihan Penguatan dengan durasi kurang lebih 7 hari, dengan 16 tema pilihan (total 72 JPL). Di kelas “kecil” saat itu sedang ada pembahasan yang mengajak untuk kembali ke Pedoman Pelaksanaan.  Mengapa ? (ini hasil diskusi kelompok yang bisa ditolak ataupun disepakati ya…) Sekedar mengingat kembali…
          Ada asumsi bahwa pelaku di lapang sudah tidak menggunakan Pedoman Pelaksanaan PNPM-MP sebagai acuan dalam fasilitasi pelaksanaan PNPM-MP
          Hasil uji Petik KMW maupun  monitoring KMP/WB/Interdept baik terhadap fasilitator maupun BKM/Masyarakat menunjukkan banyak pelaku lapang yang kurang paham hal-hal pokok tentang pelaksanaan  PNPM-MP sebagaimana yang diatur dalam Pedoman Pelaksanaan PNPM-MP.
          Banyak pelaku lapang yang kurang paham tentang siklus tahun 2,3, dan 4
          Banyak pelaku lapang yang kurang komitmen tentang Targeting sasaran PNPM-MP (PS-2)
          Banyak hal yang diatur dalam Pedoman Pelaksanaan sudah kurang “Up to Date” atau tidak sesuai dengan kondisi riil di lapang
          Hal-hal yang diatur dalam Pedoman Pelaksanaan banyak yg  “direduksi” oleh SIM.

Pada tanggal 25 Oktober 2013, telah diterima surat OSP 5 No. 341/SK/OSP-5/X/2013 tentang Percepatan Pelaporan Realisasi Kegiatan BLM di Aplikasi SIM BLM.  Mungkin lambatnya laporan pemanfaatan BLM versi SIM Reguler ini yang menyebabkan perlunya disampaikan pemahaman tentang sah-nya “Realisasi”. Tidak ada yang salah dengan surat tersebut. Juga tidak ada yang keliru dengan Pelatihan Penguatan di April 2012 lalu. Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan ini ?  Menyoal kembali Pedoman Pelaksanaan PNPM MP. Dari sudut pandang saya sebagai seorang yang menyenangi profesi manajemen data, ada hal yang bisa ditarik dari dua kejadian diatas tersebut.
Pertama, Pelatihan Penguatan diatas adalah berkaitan dengan memberikan semangat, arahan, strategi, dan orientasi kerja dalam menuntaskan apa yang menjadi target organisasi (PNPM MP). Dengan syarat mencukupi apa-apa yang Pedoman Pelaksanaan PNPM MP tersebut jelaskan (tentu tidak juga menutup dokumen penjelasan lainnya).  Kedua, dan surat OSP-5 diatas, adalah berkaitan dengan hal yang termaktub di dalam Pedoman Pelaksanaan PNPM MP. 

KPI – Key Performance Indicator
Dari namanya, Key Performance Indicator sudah menyebutkan, performance indicator atau penunjuk kinerja. Contohnya performance suatu proses diukur atau ditunjuk melalui suatu KPI.  KPI bukan hanya mengukur suatu panjang, suatu waktu proses, suatu umur alat tetapi lebih tepat ukuran dari suatu performance atau kinerja. Lebih lanjut, KPI merupakan ukuran kunci (key) terhadap bisnis atau kesuksesan, bukan hanya ukuran seadanya / sambil lalu dari suatu bisnis proses. Dengan demikian, KPI sangat erat berhubungan dengan obyektif dari proses yang akan diukur. Lantas apa yang menjadi obyek dan proses pengukuran di PNPM MP ?
Dalam Pedoman Pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan (2012), Indikator Keberhasilan Program PNMP Mandiri Perkotaan mengacu pada Indikator Keberhasilan PNPM Mandiri sebagaimana ditetapkan dalam Pedoman Umum PNPM Mandiri yang diterbitkan Kantor Menko Kesra. Selain itu Indikator Keberhasilan PNPM Mandiri Perkotaan juga didasarkan pada Project Appraisal Document (PAD). Dan ini menjadi rujukan bagi semua pihak dalam menilai capaian dampak maupun hasil program.
Surat OSP 5 diatas dapat menjadi kegunaan untuk mencapai hasil antara Komponen-2, yaitu Indikator Hasil terhadap ”Jumlah dari setiap kegiatan prasarana, ekonomi dan sosial yang diselesaikan di 80% kelurahan/desa”.  Indikator Hasil poin tersebut sudah bisa diprediksi bahwa akan terpenuhi diatas 90% (melihat dari capaian yang lalu). Yang menjadi permasalahan adalah kenapa progres tersebut lajunya lambat. Tanya Kenapa ?
 
Pinjaman Dana Bergulir
Disisi lainnya, mencermati Indikator Hasil Komponen-2 (yang terkait dengan program dana bergulir) terdapat 3 (tiga) indikator yakni " Minimal 90% untuk LAR Memuaskan; Minimal 90% untuk CCr Memuaskan; Minimal 90% untuk ROI Memuaskan "
Indikator RLF (Indikator Hasil Komponen-2) Pinjaman Bergulir
Menurut saya, poin-poin inilah yang menjadi masalah sesungguhnya di Hasil Antara Komponen-2. Dari 3 (tiga) Indikator tersebut yang sebagian lokasi Kota/ Kabupaten pendampingan Jawa Tengah tercapai hanyalah indikator CCr Memuaskan. Dua (2) Indikator Lainnya Yakni LAR Memuaskan dan RoI Memuaskan untuk seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah belum (tidak) tercapai. Kegiatan Ekonomi dengan Program Dana Bergulir merupakan wajah nyata korelasi antara Perilaku (attitude) dan Kemiskinan. Betapa masyarakat penerima kegiatan bergulir di dampingan kita belum mampu untuk saling membantu sesamanya melalui pengembalian yang lancar. Betapa masyarakat melalui UPK-nya belum mampu memutar modal untuk kepentingan investasi permodalan kegiatan perguliran tersebut. Jika melihat hasil tersebut, maka :
  1. Apakah yang telah dipelajari bahwa konsep Program ini adalah lebih Memberdayakan masyarakat melalui perubahan cara pandang penyebab kemiskinan (mind setting) dan kebiasaan masyarakat untuk berpartisipasi terhadap penanggulangan kemiskinan di wilayahnya, keliru?.
  2. Kegiatan pembangunan fisik pada umumnya seperti talud, saluran irigasi, jalan paving, gedung  PAUD, Poskesdes dan lainnya apakah bisa dikategorikan pemberdayaan yang selama ini didanai oleh mayoritas dana BLM ? dan ini juga belum bisa menjawab kebutuhan hidup layak warga yang telah dijual “kehormatan dirinya” melalui kepantasan BLM di lokasi sasaran.
  3. Dengan demikian apakah kegiatan tridaya memang wujud pemberdayaan (empowerment) atau pembangunan (development)?
Maka sangatlah tepat ketika Hasil Antara Komponen-2 mencakup kriteria keberhasilan dilihat dari sisi Perguliran Dana di masyarakat. Dan Kegunaan Pemantauan Hasil dari Komponen-2 ini adalah untuk "menentukan apakah dibutuhkan tambahan bantuan teknik di bidang tertentu". Mengutip ucapan seorang teman : "Semoga kita termasuk solusi dan bukan termasuk masalahnya".

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar