Senin, 14 Januari 2013

Pengelolaan Indikasi Anomali Infra


Indikasi Anomali Infra adalah data-data kegiatan infrastruktur yang terindikasi anomali atas batasan-batasan yang telah diberikan. Batas Bawah (Min) dan Batas Atas (max) bukanlah batasan mutlak bahwa data yg berada diluar range  tersebut merupakan data mutlak salah, tetapi hanya sebagai indikasi awal bahwa data tersebut perlu dilakukan verifikasi kembali. Ada 3 hal yang dilihat, yaitu Volume, Harga Satuan dan Penerima Manfaat KK. Indikasi Anomali ini sudah masuk Aplikasi SIM sejak SIM Offline Versi 1.5.0 rilis tanggal 14-12-2011.

VOLUME. Masuk kategori Indikasi Anomali Volume bila VOLUME < MIN VOLUME atau VOLUME > MAX VOLUME. Yang diinputkan di aplikasi SIM adalah PANJANG bila satuannya METER LARI, atau UNIT bila satuannya UNIT. Apabila kegiatan tsb memiliki satuan M2 atau M3, maka yg di isikan di SIM hanyalah Panjangnya, karena volume di SIM satuannya adalah Meter Lari.Volume Panjang inilah yang menjadi acuan untuk melihat Minimal / maximal Volume.
HARGA SATUAN. Masuk kategori Indikasi Anomali Harga Satuan bila TOTAL DANA/VOLUME < MIN HARGA SATUAN atau TOTAL DANA/VOLUME > MAX HARGA SATUAN. Total Dana Kegiatan diperoleh dari = APBN + DDUB + SWADAYA + APBN + SWASTA + LAIN2.
PENERIMA MANFAAT. Masuk kategori Indikasi Anomali Penerima Manfaat bila PM KK/VOLUME < MIN PM KK atau PM KK/VOLUME > MAX PM KK.Diperoleh dari PENERIMA MANFAAT KK dan hanya untuk mengkoreksi 6 Detil Komponen Kegiatan (L-041, L-051, L-052, L-053, L-054, L-061) yang sifat penerima manfaatnya adalah individu/bukan kegiatan komunal.


Berikut adalah list komponen kegiatan:


PENGELOLAAN DATA INDIKASI ANOMALI INFRA
Aplikasi SIM yang ada di Asmandat Korkot, akan mengeluarkan reporting (file excel) atas semua kegiatan yang terindikasi Anomali. Pada file Excel tsb terdapat sebuah kolom KETERANGAN yang berfungsi untuk memberikan konfirmasi/keterangan atas sebab terjadinya Anomali ini. Apabila konfirmasi di semua kegiatan sudah dilakukan, maka File Excel ini di "masukkan" kembali ke Aplikasi SIM guna memberi status bahwa data tsb sudah benar (sudah benar karena ada verifikasi kebenarannya) dan tidak akan dikelompokkan lagi dalam Indikasi Anomali. Pemberian Konfirmasi ini hanya untuk data yang benar, sedangkan data yang ternyata salah dan perlu di edit maka langsung di edit saja dan tidak perlu memberikan konfirmasinya. Data yang dikelola adalah seluruh data dari tahun 2007 sampai data tahun terakhir.

Pada menu utama SIM telah ada menu langsung menuju ke INDIKASI ANOMALI DATA

Gambar menu utama SIM


Gambar Menu Pengelolaan Indikasi Anomali Infra


Keterangan dari Menu Pengelolaan Indikasi Anomali Infra :
  1. Pilih Proyek = Ini berisi PNPM 2007 sampe dengan PNPM 2012
  2. Pilih Kegiatan = Pilihlah BLM Non Bergulir
  3. Klik Tombol List Indikasi Anomali = akan mengeluarkan sebuah file excel yang berisikan seluruh data-data yang terindikasi anomali, sesuai dengan tahun project yang telah dipilih sebelumnya. Namailah File Excel tsb sesuka hati anda, namun pastikan di save dengan format *.xls dan jangan *.xlsx.
  4. Buka File Excel tsb, lalu isikan kondisi temuan di kolom KETERANGAN (kolom "AG"). Yang diisikan adalah klarifikasi sebab terindikasinya anomali. Apabila memang ada kesalahan entri yang berakibat pada edit data, maka editlah datanya dan tidak perlu memberikan klarifikasi disini.
  5. Apabila Kolom KETERANGAN pada File Excel ini sudah diisi lengkap, maka masukkan File Excel tsb ke Aplikasi dengan mengklik Tombol KONFIRMASI. Tombol KONFIRMASI berfungsi untuk memasukkan klarifikasi atas temuan Indikasi Anomali yang telah di tuliskan di file excel ke dalam database. 
  6. Tombol KONFIRMASI sukses di jalankan apabila kolom KETERANGAN telah diisi semua. Apabila belum bisa diisi semua, maka del saja baris yang belum ada KETERANGANNYA.
  7. Tombol LIST KONFIRMASI = mengeluarkan seluruh data yang telah di beri Konfirmasi.
  8. Tombol BATAL KONFIRMASI = membatalkan konfirmasi yang telah di masukkan ke Aplikasi. Mekanismenya dengan memasukkan File Excel dari keluaran LIST KONFIRMASI.


Gambar keluaran dari LIST INDIKASI ANOMALI 
dan kolom KETERANGAN (kolom AG) 
untuk menuliskan konfirmasi permasalahannya.


Perbaiki atas temuan yang benar-benar mutlak salah. Contoh nya adalah VOLUME yang bernilai 0 (nol) dan VOLUME yang sangat besar sekali. Bisa jadi, VOLUME yang diluar range namun mendekati range wajar adalah sudah benar apabila dimensi lain yaitu lebar & tinggi di ketahui. Dan pastinya akan sangat salah bila Volumenya 0 (nol) atau sangat besar. Pada Volume ini, meter larilah yang dientrikan dan bukan dimensi perkaliannya. 
Selain itu, INDIKASI PM yang hanya melihat 6 Komponen bisa pula segera di perbaiki. Karena masih banyak ditemukan Anomali yang mutlak salah, baik PM yang 0 maupun terlalu besar. Misal Penerima Manfaat atas Perumahan adalah 100 KK. Apabila dibandingkan dengan volume kegiatannya yang hanya 2 unit, data PM sangat tidak mungkin.
Data lain adalah tentang HARGA SATUAN. Data ini didapatkan dari membadingkan Nilai Total Pekerjaan dibanding dengan Volume kegiatan. Bisa jadi dengan melihat dimensi lain, yaitu real swadaya yang di hitung, maka akan kelihatan rasional harganya.

Secara teknis, proses pengelolaan data Indikasi Anomali ini, dari mengeluarkan data hingga memasukkan kembali datanya ke Aplikasi SIM sangat mudah. Data yang muncul berasal dari data REALISASI. Dan sebenarnya pun dalam proses entriannya sudah ada trap atas Indikasi Anomali ini. 
.....


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar